02.36
Rekonsiliasi
Rekonsiliasi adalah proses mengidentifikasi penyebab perbedaan antara dua jumlah yang berhubungan yang salah satunya biasanya adalah saldo akun di pembukuan. Misalnya rekonsiliasi kecocokkan saldo rekening koran bank dengan saldo bank di buku besar, rekonsiliasi saldo penjualan di buku besar dengan saldo penjualan yang dilaporkan dalam SPT masa PPN, dan lainnya.
Label: Auditing |
02.35
Konfirmasi Positif
Konfirmasi positif merupakan konfirmasi yang respondennya diminta untuk menyatakan persetujuan atau penolakan terhadap informasi yang dinyatakan.
Konfirmasi positif dapat digunakan sebagai bukti hanya jika jawaban diterima oleh auditor dari penerima permintaan konfirmasi. permintaan konfirmasi yang tidak dijawab tidak memberikan bukti audit mengenai asersi laporan keuangan yang dituju oleh prosedur konfirmasi.
Konfirmasi positif dapat digunakan sebagai bukti hanya jika jawaban diterima oleh auditor dari penerima permintaan konfirmasi. permintaan konfirmasi yang tidak dijawab tidak memberikan bukti audit mengenai asersi laporan keuangan yang dituju oleh prosedur konfirmasi.
Label: Auditing |
02.33
Konfirmasi Kosong
Konfirmasi kosong merupakan konfirmasi yang respondennya diminta untuk mengisikan saldo atau informasi lain sebagai jawaban atas suatu hal yang dinyatakan.
Label: Auditing |
02.32
Bail Out
Bail Out adalah membayari hutang orang lain dengan berbagai cara. Contoh : A punya hutang 100 milyar yang macet total pada Bank B. Lalu C sebagai rekan B, membayari hutang A pada Bank B hingga lunas. Hal ini menunjukan bahwa C telah mem-bail-out hutang A.
Label: Ekonomi |
02.31
Account Analysis
Account analysis meliputi pengklasifikasian dan peringkasan aktifitas-aktifitas suatu akun untuk memperoleh keyakinan memadai atas kewajaran transaksi item-item yang membentuk suatu akun. Misalnya pengujian atas pergerakan akun aset tetap meliputi pengujian saldo awal tahun, penambahan, pengurangan dan saldo pada akhir tahun, pengujian item-item yang membentuk saldo akhir piutang dagang berupa transaksi penjualan yang nilainya material serta transaksi penerimaan pelunasan piutang, dan lainnya.
Mempertimbangkan jangka waktu pelaksanaan audit yang pada umumnya terbatas, prosedur account analysis sebaiknya dilakukan terbatas pada transaksi-transaksi yang nilainya material dan mencurigakan.
Mempertimbangkan jangka waktu pelaksanaan audit yang pada umumnya terbatas, prosedur account analysis sebaiknya dilakukan terbatas pada transaksi-transaksi yang nilainya material dan mencurigakan.
Label: Auditing |
02.30
Vouching
Vouching berarti pemeriksaan dokumen dasar yang bertujuan untuk menentukan ketepatan dari suatu transaksi. Misalnya mengumpulkan dokumen perusahaan yang berkaitan dengan piutang, lalu mencari segala bukti piutang yang dimiliki perusahaan.
Langkah-langkah vouching yang harus dilakukan diantaranya :
1. memastikan bahwa perusahaan telah melaksanakan prosedur dan persyaratan yang ditetapkan dalam Standard Operating Procedure (SOP)
2. memeriksa dokumen-dokumen terkait
3. memastikan bahwa transaksi adalah logis dalam keadaan tertentu (misalnya tanggal dokumen termasuk dalam periode yang logis dari tanggal transaksi yang diakui)
Prosedur vouching dapat dilakukan terhadap dokumen-dokumen yang bersumber dari pihak luar yang independen ( misalnya faktur dari supplier, rekening koran bank dan lainnya) atau dokumen yang dibuat oleh perusahaan sendiri ( misalnya faktur penjualan, laporan alokasi biaya, laporan penerimaan, dan lainnya)
Vouching memberi kita keyakinan akan sesuatu itu benar. Kita harus bisa berpikir skeptis agar kita tidak mudah tertipu dan kita dapat memperoleh informasi yang jelas tentang suatu hal.
Vouching harus dilakukan untuk menaikkan tingkat keyakinan akan suatu hal dan untuk mendeteksi kemungkinan-kemungkinan terjadinya kesalahan. Dengan melakukan vouching, kita bisa mendapatkan banyak informasi pasti yang tidak kita dapat dengan inquiry atau berasumsi.
Langkah-langkah vouching yang harus dilakukan diantaranya :
1. memastikan bahwa perusahaan telah melaksanakan prosedur dan persyaratan yang ditetapkan dalam Standard Operating Procedure (SOP)
2. memeriksa dokumen-dokumen terkait
3. memastikan bahwa transaksi adalah logis dalam keadaan tertentu (misalnya tanggal dokumen termasuk dalam periode yang logis dari tanggal transaksi yang diakui)
Prosedur vouching dapat dilakukan terhadap dokumen-dokumen yang bersumber dari pihak luar yang independen ( misalnya faktur dari supplier, rekening koran bank dan lainnya) atau dokumen yang dibuat oleh perusahaan sendiri ( misalnya faktur penjualan, laporan alokasi biaya, laporan penerimaan, dan lainnya)
Vouching memberi kita keyakinan akan sesuatu itu benar. Kita harus bisa berpikir skeptis agar kita tidak mudah tertipu dan kita dapat memperoleh informasi yang jelas tentang suatu hal.
Vouching harus dilakukan untuk menaikkan tingkat keyakinan akan suatu hal dan untuk mendeteksi kemungkinan-kemungkinan terjadinya kesalahan. Dengan melakukan vouching, kita bisa mendapatkan banyak informasi pasti yang tidak kita dapat dengan inquiry atau berasumsi.
Label: Auditing |
02.28
Subsequent Cash Receipts
Subsequent cash receipts adalah metode yang menunjukan penerimaan kas yang dimiliki oleh perusahaan per bulan. Dari sana kita bisa mencari dan merata-ratakan total piutang yang dapat ditagih perusahaan. Lalu dengan rumus perhitungan piutang tak tertagih, kita bisa menghitung sebesar apa resiko piutang tak tertagih yang dimiliki oleh perusahaan.
Label: Auditing |
02.27
Penghitungan Ulang
Prosedur penghitungan ulang oleh auditor terhadap kalkulasi yang sebelumnya dilakukan oleh personil perusahaan dimaksudkan untuk membuktikan keakuratan kalkulasi dalam pembukuan perusahaan. Untuk akun-akun tertentu misalnya penghitungan ulang provisi depresiasi aktiva tetap, auditor selain menguji ketepatan matematis dari penghitungan yang dilakukan, juga harus menelaah ketepatan metode depresiasi yang diterapkan perusahaan serta akseptabilitas taksiran umur pemakaian aset yang digunakan dalam kalkulasi.
Label: Auditing |
02.25
Observasi/Inspeksi
Prosedur observasi/inspeksi memberikan bukti terhadap eksistensi harta berwujud. Hal ini juga dilaksanakan oleh personil perusahaan bersama dengan partisipasi auditor. Misalnya observasi dan penghitungan fisik persediaan atau inspeksi fisik surat berharga dan penghitungan kas.
Label: Auditing |
02.24
Konfirmasi Negatif
Konfirmasi negatif merupakan konfirmasi yang respondennya diminta untuk memberikan jawaban hanya jika ia menyatakan ketidak setujuannya terhadap informasi yang dinyatakan.
Konfirmasi negatif digunakan apabila jumlah piutang perusahaan kecil-kecil dan banyak. Karena akan sangat merepotkan bagi auditor, jika auditor meminta semua pihak terkait memberikan konfirmasi baik membenarkan maupun membantah, akibat banyaknya konfirmasi yang masuk.
Konfirmasi negatif digunakan apabila resiko kesalahan catat oleh perusahaan kecil, karena kontrol internal perusahaan yang diaudit baik. Sehingga kita hanya membutuhkan konfirmasi dari pihak yang mungkin keberatan dengan besaran piutang yang diakui perusahaan.
Meskipun konfirmasi negatif yang dikembalikan dapat memberikan bukti mengenai asersi laporan keuangan, konfirmasi negatif yang tidak kembali jarang memberikan bukti signifikan tentang asersi laporan keuangan selain aspek tertentu asersi keberadaan.
Konfirmasi negatif digunakan apabila jumlah piutang perusahaan kecil-kecil dan banyak. Karena akan sangat merepotkan bagi auditor, jika auditor meminta semua pihak terkait memberikan konfirmasi baik membenarkan maupun membantah, akibat banyaknya konfirmasi yang masuk.
Konfirmasi negatif digunakan apabila resiko kesalahan catat oleh perusahaan kecil, karena kontrol internal perusahaan yang diaudit baik. Sehingga kita hanya membutuhkan konfirmasi dari pihak yang mungkin keberatan dengan besaran piutang yang diakui perusahaan.
Meskipun konfirmasi negatif yang dikembalikan dapat memberikan bukti mengenai asersi laporan keuangan, konfirmasi negatif yang tidak kembali jarang memberikan bukti signifikan tentang asersi laporan keuangan selain aspek tertentu asersi keberadaan.
Label: Auditing |
02.23
Konfirmasi
Konfirmasi merupakan proses perolehan dan penilaian suatu komunikasi langsung dari pihak ketiga sebagai jawaban atas permintaan informasi tentang unsur tertentu yang berdampak terhadap asersi laporan keuangan.
Konfirmasi merupakan bukti yang sangat tinggi reliabilitasnya karena berisi informasi yang berasal dari pihak ketiga secara langsung dan tertulis. Konfirmasi dapat memberikan bukti yang reliable untuk semua asersi terutama asersi keberadaan atau keterjadian.
Pengujian ini meliputi mendapatkan bukti langsung yang menguatkan (biasanya tertulis) dari pihak ketiga mengenai ketepatan saldo akun, misalnya konfirmasi saldo bank, saldo piutang, saldo hutang dan akun lainnya. Konfirmasi yang diterima dari pihak ketiga selalu dapat dipertimbangkan sebagai bukti yang lebih kuat dibandingkan dengan data dan informasi dari pihak internal perusahaan.
Ada tiga jenis konfirmasi, yaitu :
a. konfirmasi positif
b. konfirmasi kosong
c. konfirmasi negatif
Timing yang paling tepat untuk mengirimkan konfirmasi ke pihak ketiga adalah semakin dekat ke publishing pelaporan keuangan perusahaan.
Jika auditor sudah mengirimkan lembar konfirmasi, tapi pihak ketiga tidak memberikan konfirmasi, auditor harus melakukan vouching.
Namun konfirmasi tetap lebih baik dibandingkan vouching, karena konfirmasi melibatkan pihak ketiga sehingga auditor akan memperoleh external evidence. Selain itu, konfirmasi bisa didapatkan dengan lebih cepat dan auditor tidak perlu repot mengobok-obok dokumen perusahaan.
Konfirmasi hanya menjawab pertanyaan 'apakah piutang ini memang benar segini besarnya?' dan tidak bisa menjawab 'apakah piutang ini dapat ditagih?'. Untuk mengetahui apakah piutang dapat ditagih, dapat digunakan metode audit lain, yaitu subsequent cash receipts.
Konfirmasi merupakan bukti yang sangat tinggi reliabilitasnya karena berisi informasi yang berasal dari pihak ketiga secara langsung dan tertulis. Konfirmasi dapat memberikan bukti yang reliable untuk semua asersi terutama asersi keberadaan atau keterjadian.
Pengujian ini meliputi mendapatkan bukti langsung yang menguatkan (biasanya tertulis) dari pihak ketiga mengenai ketepatan saldo akun, misalnya konfirmasi saldo bank, saldo piutang, saldo hutang dan akun lainnya. Konfirmasi yang diterima dari pihak ketiga selalu dapat dipertimbangkan sebagai bukti yang lebih kuat dibandingkan dengan data dan informasi dari pihak internal perusahaan.
Ada tiga jenis konfirmasi, yaitu :
a. konfirmasi positif
b. konfirmasi kosong
c. konfirmasi negatif
Timing yang paling tepat untuk mengirimkan konfirmasi ke pihak ketiga adalah semakin dekat ke publishing pelaporan keuangan perusahaan.
Jika auditor sudah mengirimkan lembar konfirmasi, tapi pihak ketiga tidak memberikan konfirmasi, auditor harus melakukan vouching.
Namun konfirmasi tetap lebih baik dibandingkan vouching, karena konfirmasi melibatkan pihak ketiga sehingga auditor akan memperoleh external evidence. Selain itu, konfirmasi bisa didapatkan dengan lebih cepat dan auditor tidak perlu repot mengobok-obok dokumen perusahaan.
Konfirmasi hanya menjawab pertanyaan 'apakah piutang ini memang benar segini besarnya?' dan tidak bisa menjawab 'apakah piutang ini dapat ditagih?'. Untuk mengetahui apakah piutang dapat ditagih, dapat digunakan metode audit lain, yaitu subsequent cash receipts.
Label: Auditing |
02.19
Asersi
Asersi adalah pernyataan yang dibuat oleh satu pihak yang secara implisit dimaksudkan untuk digunakan oleh pihak lain (ketiga). Untuk laporan keuangan historis, asersi merupakan pernyataan dalam laporan keuangan oleh manajemen sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.
Label: Auditing |
Langganan:
Postingan (Atom)
Diberdayakan oleh Blogger.

